Rabu, 09 Januari 2019

Sejarah GIS

Sejarah GIS

 

Assalamualaikum 😊 .

Kali ini kita akan membahas tentang Sejarah GIS  . 

 Pada 35000 tahun yang lalu, Tepatnya pada  dinding gua Lascaux, Perancis, para pemburu Cro-Magnon menggambar hewan mangsa mereka, dan juga garis yang dipercaya sebagai rute migrasi hewan-hewan tersebut. Catatan awal ini sejalan dengan dua elemen struktur pada sistem informasi gegrafis modern sekarang ini, arsip grafis yang terhubung ke database atribut.
Pada tahun 1700-an teknik survey modern untuk pemetaan topografis diterapkan, termasuk juga versi awal pemetaan tematis, misalnya untuk keilmuan atau data sensus.
Awal abad ke-20 memperlihatkan pengembangan "litografi foto" dimana peta dipisahkan menjadi beberapa lapisan (layer). Perkembangan perangkat keras komputer yang dipacu oleh penelitian senjata nuklir membawa aplikasi pemetaan menjadi multifungsi pada awal tahun 1960-an.
Tahun 1967 merupakan awal pengembangan SIG yang bisa diterapkan di Ottawa, Ontario oleh Departemen Energi, Pertambangan dan Sumber Daya. Dikembangkan oleh Roger Tomlinson, yang kemudian disebut CGIS (Canadian GIS - SIG Kanada), digunakan untuk menyimpan, menganalisis dan mengolah data yang dikumpulkan untuk Inventarisasi Tanah Kanada (CLI - Canadian land Inventory) - sebuah inisiatif untuk mengetahui kemampuan lahan di wilayah pedesaan Kanada dengan memetakaan berbagai informasi pada tanah, pertanian, pariwisata, alam bebas, unggas dan penggunaan tanah pada skala 1:250000. Faktor pemeringkatan klasifikasi juga diterapkan untuk keperluan analisis.
GIS dengan gvSIG.
CGIS merupakan sistem pertama di dunia dan hasil dari perbaikan aplikasi pemetaan yang memiliki kemampuan timpang susun (overlay), penghitungan, pendijitalan/pemindaian (digitizing/scanning), mendukung sistem koordinat national yang membentang di atas benua Amerika, memasukkan garis sebagai arc yang memiliki topologi dan menyimpan atribut dan informasi lokasional pada berkas terpisah. Pengembangnya, seorang geografer bernama Roger Tomlinson kemudian disebut "Bapak SIG".
CGIS bertahan sampai tahun 1970-an dan memakan waktu lama untuk penyempurnaan setelah pengembangan awal, dan tidak bisa bersaing denga aplikasi pemetaan komersil yang dikeluarkan beberapa vendor seperti Intergraph. Perkembangan perangkat keras mikro komputer memacu vendor lain seperti ESRI, CARIS, MapInfo dan berhasil membuat banyak fitur SIG, menggabung pendekatan generasi pertama pada pemisahan informasi spasial dan atributnya, dengan pendekatan generasi kedua pada organisasi data atribut menjadi struktur database. Perkembangan industri pada tahun 1980-an dan 1990-an memacu lagi pertumbuhan SIG pada workstation UNIX dan komputer pribadi. Pada akhir abad ke-20, pertumbuhan yang cepat di berbagai sistem dikonsolidasikan dan distandarisasikan menjadi platform lebih sedikit, dan para pengguna mulai mengekspor menampilkan data SIG lewat internet, yang membutuhkan standar pada format data dan transfer.
Indonesia sudah mengadopsi sistem ini sejak Pelita ke-2 ketika LIPI mengundang UNESCO dalam menyusun "Kebijakan dan Program Pembangunan Lima Tahun Tahap Kedua (1974-1979)" dalam pembangunan ilmu pengetahuan, teknologi dan riset.
Jenjang pendidikan SMU/senior high school melalui kurikulum pendidikan geografi SIG dan penginderaan jauh telah diperkenalkan sejak dini. Universitas di Indonesia yang membuka program Diploma SIG ini adalah D3 Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, tahun 1999. Sedangkan jenjang S1 dan S2 telah ada sejak 1991 dalam Jurusan Kartografi dan Penginderaan Jauh, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada. Penekanan pengajaran pada analisis spasial sebagai ciri geografi. Lulusannya tidak sekadar mengoperasikan software namun mampu menganalisis dan menjawab persoalan keruangan. Sejauh ini SIG sudah dikembangkan hampir di semua universitas di Indonesia melalui laboratorium-laboratorium, kelompok studi/diskusi maupun mata pelajaran. 
 Semakin berkembangnya sistem informasi geografis , semakin bertambah pula manfaat yang bisa didapat apalagi dengan tambahan fasilitas yang akan membuat generasi muda belajar dalam memahami dan mengimplementasikan GIS .
 Wassalamualaikum 🙋 .

Minggu, 06 Januari 2019

Implementasi

Assalamualaikum gaes 😊 .
Kali ini agak sedikit berbeda nih bahasannya tapi tetap gak keluar dari materi sistem informasi geografis kok.. 👌 
Yang pertama yang akan dibahas adalah mengenai koloni semut 🐜 . penasaran kan kira-kira apa hubungannya  sehingga kumpulan dari binatang ini bisa diulas untuk dijadikan sebagai sebuah pembelajaran? 
langsung aja pertama adalah kita bahas mengenai konsep dasar dari Algoritma yang bernama Ant Colony .
*Konsep Dasar Algoritma Koloni Semut 
 Koloni semut merupakan algorima yang bersifat heuristik untuk menyelesaikan masalah optimasi. Algoritma ini diinspirasikan oleh lingkungan kooni semut pada saat mencari makanan. Semut dapat mencari makanan. Semut dapat mencari lintasan terpendek dari suatu sumber makanan menuju sarangnya, tanpa harus melihatnya secara langsung. Karena terinspirasi dari semut asli dinamakan algoritma koloni semut. Semut-semut mempunyai penyelesaian yang unik dan sangat maju, yaitu menggunakan jejak pheromone pada suatu jalur untuk berkomunikasi dan membangun solusi, semakin banyak jejak pheromone ditinggalkan, maka jalur tersebut akan diikuti oleh semut lain. 

State transition rule yang digunakan dalam ant system adalah :Pk(r,s) =8<:[ (r;s)][ (r;s)]β] uεJk(r)[ (r;u)][ (r;u)]β, jika sεJk (r)0,lainnya (2) Pk(r,s)merupakan probabilitas semut k yang berada di node r memilih node s untuk tujuan selanjutnya. 
Sedangkan τ(r,s) adalah pheromone yang terdapat pada arc(r,s),Jk(r)merupakan himpunan node yang belum dikunjungi oleh semut k yang berada pada node r dan β adalah parameter yang menentukan besarnya pengaruh jarak terhadap jum-lahpheromone
Untuk visibility measure,η(r,s),dapat dihitung dengan Persamaan (3) [6]:η(r,s) =1δ(r,s) (3) denganδ (r,s) merupakan biaya pada(r,s).Dalam ant system, apabila semua semut telah menyelesaikan rute yang dibentuk maka terjadi perubahan jumlah pheromone, disebut  global pheromone updating rule dengan Persamaan :τ(r,s)(1)(r,s) +α.Σk=1τk(r,s) denganτ(r,s) =1Lk, jika(r,s)ε rute yang dilalui semut, danτ(r,s) = 0, jika rute tidak dilalui semut.Pada persamaan (4), parameterαdisebutglobal pheromone decay, Lk merupakan panjangdari tour yang dilakukan oleh semutk dan m adalah jumlah semut. Perubahan pheromone diatas bertujuan untuk memberikan jumlah pheromone yang lebih besar pada tour yang lebih pendek.

 *Algoritma Dijkstra 

Algoritma Dijkstra dinamai sesuai dengan nama penemunya yaitu Edsger Dijkstra. Algoritma Dijkstra menggunakan prinsip greedy, dimana pada setiap langkah dipilih sisi dengan bobot minimum yang menghubungkan sebuah simpul yang sudah terpilih dengan simpul lain yang belum terpilih [8]. Input algoritma ini adalah sebuah graf berarah dan berbobot, G dan sebuah source vertex s dalam G. V adalah himpunan semua simpul dalam graph G. Setiap sisi dari graph ini adalah pasangan vertices (u,v) yang melambangkan hubungan dari vertex u ke vertex v. Himpunan semua edge disebut E. Weights dari edges dihitung dengan fungsi w: E → [0, ∞]; jadi w(u,v) adalah jarak non-negatif dari vertex u ke vertex v. Cost dari sebuah edge dapat dianggap sebagai jarak antara dua vertex, yaitu jumlah jarak semua edge dalam path tersebut. Untuk sepasang vertex s dan t dalam V, algoritma ini menghitung jarak terpendek dari s ke t. 

Wassalamualaikum 🙋 .
 


 

Measurement

Measurement


Measurement (Pengukuran)

Pengukuran merupakan metode yang digunakan untuk menghitung jumlah dari point, panjang dari line, dan luas (area) atau keliling (perimeter) dari polygon. 

Jenis Measurement (Pengukuran)
  • Raster GIS Measurement
  • Vector GIS Measurement


Raster GIS Measurement

1. Pythagorean Distance / Euclidean Distance
Menghitung panjang atau jarak antara dua titik menggunakan rumus pythagoras.

C=(a2+b2)


2. Manhattan Distance
Menghitung panjang atau jarak antara dua titik dengan menghitung jumlab sel yang dilalui oleh garis tersebut.

3. Proximity Distance
Menghitung panjang atau jarak antara dua titik dengan perkiraan. Proximity mirip dengan pythagorean, tetapi diterapkan pada setiap pixel. 

4. Perimeter and Area
Menghitung keliling (perimeter) dan luas (area) dari sebuah polygon dengan menggunakan rumus geometri dengan satuan cell unit.
 
 

Analisis Spasial

 Analisis Spasial


Assalamualaikum  😊

Setelah kita membahas tentang  Model Data Spasial . Maka sebelum lanjut ke topik berikutnya,  terlebih dahulu akan dijelaskan apa itu Analisi Spasial.  
Analisis Spasial adalah Proses yang memodelkan permasalahan secara geografis, yang didapatkan dari pemrosesan komputer, yang kemudian melakukan eksplorasi dan melakukan pengujian terhadap data tersebut. Aplikasi dari teknik analisis untuk meneliti permasalahan ilmiah ketika lokasi memiliki peran yang signifikan dari rumusan masalah.

Spatial data exploration
  • Proses interaksi dari koleksi data dan map yang terkait dalam suatu permasalahan, yang bisa digunakan untuk memvisualisasikan dan mengeksplorasi informasi geografis dan hasil analisis.
  • Proses ini berhubungan dengan interaksi map dan tabel, grafik, graph, dan multimedia.
  • Proses ini merupakan proses eksploratif interaktif serta visualisasi map dan data. 
*Analisis



Queries
Pertanyaan yang merepresentasikan dari sistem pengambilan informasi.
Ambil semua data kota yang padat, minimal 10juta orang.
Measurements
Properti dari titik, garis, atau area
Keterhubungan antara dua objek.
Jarak antara dua objek.
Kemiringan seuatu objek.
Transfromasi
Membuat sebuah objek dan atributnya dari sebuah aturan dan prosedur.
Dissolve, Buffer, Union, Intersect, Point in Polygon, Spatial Join.  

*Dissolve 
  Memiliki kegunaan menggabungkan spasial yang memiliki data atribut yang sama secara   komunal atau keseluruhan. 
*Union
 Mengintegrasikan data spasial dan atribut dari setiap jenis data sehingga menghasilkan data spasial dan atribut yang baru dan lebih kompleks lagi sesuai dengan data awal.


* Intersect 
Memiliki kegunaan memotong data spasial sesuai dengan wilayah yang telah didelinasi tanpa menghilangkan atribut.

Penerapan Metode Analisis Network Pada Arcgis
Network analysis adalah analisis spasial mengenai pergerakan atau perpindahan suatu sumber daya dari suatu lokasi ke lokasi yang lain melalui unsur – unsur buatan manusia yang membentuk jaringan (arc/line/point) saling berhubung. Ahyari (1986: 457) menyatakan  Pada prinsipnya Network Planning digunakan untuk merencakan penyelesaian berbagai macam pekerjaan, dengan menggunakan Network sebagai alat perencanaan dapatlah disusun perencanaan yang baik serta dapat diadakan realokasi tenaga kerja. Adapun keuntungan menggunakan analisis Network adalah sebagai berikut :

1. Mengorganisir data dan informasi secara sistematis.
2. Penentuan urutan pekerjaan.
3. Dapat menemukan pekerjaan yang dapat ditunda tanpa menyebabkan terlambatnya penyelesaian proyek secara keseluruhan sehingga dari pekerjaan tersebut dapat dihemat tenaga, waktu dan biaya.
4. Dapat menentukan pekerjaan-pekerjaan yang harus segera diselesaikan tepat pada waktunya, karena penundaan pekerjaan tersebut dapat mengakibatkan tertundanya penyelesaian secara keseluruhan.
5. Dapat segera mengambil keputusan apabila jangka waktu kontrak tidak sama dengan jangka waktu penyelesaian proyek secara normal.
6. Dapat segera menentukan pekerjaan-pekerjaan mana yang harus dikerjakan dengan lembur, atau pekerjaan mana yang harus di sub-kontrak-kan agar penyelesaian proyek secara keseluruhan dapat sesuai dengan permintaan konsumen.




  Wassalamualaikum 🙋.


Sumber : Terimakasih



Sejarah GIS

Sejarah GIS   Assalamualaikum 😊 . Kali ini kita akan membahas tentang Sejarah GIS  .   Pada 35000 tahun yang lalu, Tepatnya pa...