Model Data Spasial
Assalamualaikum 😊
Pada ulasan sebelumnya sudah dibahas tentang pengertian mengenai Data Spasial, dan untuk postingan kali ini akan membahas lebih spesifik tentang data spasial yaitu model data spasial .
Data spasial dapat dihasilkan dari berbagai macam
sumber, diantaranya adalah :
- Citra Satelit, data ini menggunakan satelit sebagai wahananya. Satelit tersebut menggunakan sensor untuk dapat merekam kondisi atau gambaran dari permukaan bumi. Umumnya diaplikasikan dalam kegiatan yang berhubungan dengan pemantauan sumber daya alam di permukaan bumi (bahkan ada beberapa satelit yang sanggup merekam hingga dibawah permukaan bumi), studi perubahan lahan dan lingkungan, dan aplikasi lain yang melibatkan aktifitas manusia di permukaan bumi. Kelebihan dari teknologi terutama dalam dekade ini adalah dalam kemampuan merakam cakupan wilayah yang luas dan tingkat resolusi dalam merekam obyek yang sangat tinggi. Data yang dihasilkan dari citra satelit kemudian diturunkan menjadi data tematik dan disimpan dalam bentuk basis data untuk digunakan dalam berbagai macam aplikasi. Mengenai spesifikasi detail dari data citra satelit dan teknologi yang digunakan akan dibahas dalam bab tersendiri.
- Peta Analog, sebenarnya jenis data ini merupakan versi awal dari data spasial, dimana yang mebedakannya adalah hanya dalam bentuk penyimpanannya saja. Peta analago merupakan bentuk tradisional dari data spasial, dimana data ditampilkan dalam bentuk kertas atau film. Oleh karena itu dengan perkembanganteknologi saat ini peta analog tersebut dapat di scan menjadi format digital untuk kemudian disimpan dalam basis data.
- Foto Udara (Aerial Photographs), merupakan salah satu sumber data yang banyak digunakan untuk menghasilkan data spasial selain dari citra satelit. Perbedaannya dengan citra satelit adalah hanya pada wahana dan cakupan wilayahnya. Biasanya foto udara menggunakan pesawat udara. Secara teknis proses pengambilan atau perekaman datanya hampir sama dengan citra satelit. Sebelum berkembangan teknologi kamera digital, kamera yang digunakan adalah menggunakan kamera konvensional menggunakan negatif film, saat ini sudah menggunakan kamera digital, dimana data hasil perekaman dapat langsung disimpan dalam basis data. Sedangkan untuk data lama (format foto film) agar dapat disimpan dalam basis data harus dilakukan conversi dahulu dengan mengunakan scanner, sehingga dihasilkan foto udara dalam format digital. Lebih lanjut mengenai spesifikasi foto udara akan dibahas dalam bab tersendiri.
- Data Tabular, data ini berfungsi sebagai atribut bagi data spasial. Data ini umumnya berbentuk tabel. Salah satu contoh data ini yang umumnya digunakan adalah data sensus penduduk, data sosial, data ekonomi, dll. Data tabulan ini kemudian di relasikan dengan data spasial untuk menghasilkan tema data tertentu.
- Data Survei (Pengamatan atau pengukuran dilapangan), data ini dihasilkan dari hasil survei atau pengamatan dilapangan. Contohnya adalah pengukuran persil lahan dengan menggunakan metode survei terestris.
Model data spasial
Pada pemanfaatannya data spasial yang diolah dengan menggunakan komputer (data
spasial digital) menggunakan model sebagai pendekatannya. Economic and
Social Comminssion for Asia and the Pasific (1996), mendefinisikan
model data sebagai suatu set logika atau aturan dan karakteristik dari
suatu data spasial. Model data merupakan representasi hubungan antara dunia
nyata dengan data spasial.
Terdapat dua model dalam data spasial, yaitu model data raster dan model
data vektor. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, selain itu dalam
pemanfaatannya tergantung dari masukan data dan hasil akhir yang akan
dihasilkan. Model data tersebut merupakan representasi dari obyek-obyek
geografi yang terekam sehingga dapat dikenali dan diproses oleh komputer.
Chang (2002) menjabarkan model data vektor menjadi beberapa bagian lagi
(dapat dilihat pada Gambar 1), sedangkan penjelasan dari model data tersebut
akan dibahas dalam sub bab berikut ini.
Klasifikasi Model Data Spasial
Data spasial mempunyai dua bagian penting yang
membuatnya berbeda dari data lain, yaitu informasi lokasi dan informasi atribut
yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
· Informasi
lokasi atau informasi spasial. Contoh yang umum adalah informasi lintang dan
bujur, termasuk diantaranya informasi datum dan proyeksi. Contoh lain dari
informasi spasial yang bisa digunakan untuk mengidentifikasikan lokasi misalnya
adalah Kode Pos.
· Informasi
deskriptif (atribut) atau informasi non spasial. Suatu lokalitas bisa mempunyai
beberapa atribut atau properti yang berkaitan dengannya; contohnya jenis vegetasi,
populasi, pendapatan pertahun, dsb.
Ø Sistem
Koordinat
Informasi lokasi ditentukan berdasarkan sistem
koordinat, yang di antaranya mencakup datum dan proyeksi peta. Datum adalah
kumpulan parameter dan titik kontrol yang hubungan geometriknya diketahui, baik
melalui pengukuran atau penghitungan. Sedangkan sistem proyeksi peta adalah
sistem yang dirancang untuk merepresentasikan permukaan dari suatu bidang
lengkung atau spheroid (misalnya bumi) pada suatu bidang datar. Proses representasi
ini menyebabkan distorsi yang perlu diperhitungkan untuk memperoleh ketelitian
beberapa macam properti, seperti jarak, sudut, atau luasan.
Ø Format data spasial
Dalam SIG, data spasial dapat direpresentasikan
dalam dua format, yaitu:
1.
Data Vektor
Dalam data format vektor, bumi kita
direpresentasikan sebagai suatu mosaik dari garis (arc/line), polygon (daerah
yang dibatasi oleh garis yang berawal dan berakhir pada titik yang sama),
titik/point (node yang mempunyai label), dan nodes (merupakan titik perpotongan
antara dua buah garis).
Model data vektor merupakan model data yang paling
banyak digunakan, model ini berbasiskan pada titik (points) dengan nilai
koordinat (x,y) untuk membangun obyek spasialnya. Obyek yang dibangun terbagi
menjadi tiga bagian lagi yaitu berupa titik (point), garis (line), dan area
(polygon).
- Titik (point)
Titik merupakan representasi grafis yang paling
sederhana pada suatu obyek. Titik tidak mempunyai dimensi tetapi dapat
ditampilkan dalam bentuk simbol baik pada peta maupun dalam layar monitor.
Contoh : Lokasi Fasilitasi Kesehatan, Lokasi Fasilitas Kesehatan, dll.
- Garis (line)
Garis merupakan bentuk linear yang menghubungkan dua
atau lebih titik dan merepresentasikan obyek dalam satu dimensi. Contoh :
Jalan, Sungai, dll.
- Area (Poligon)
Poligon merupakan representasi obyek dalam dua
dimensi.Contoh : Danau, Persil Tanah, dll.
1.
Data Raster
Data raster (atau
disebut juga dengan sel grid) adalah data yang dihasilkan dari sistem
Penginderaan Jauh. Pada data raster, obyek geografis direpresentasikan sebagai
struktur sel grid yang disebut dengan pixel (picture element). Pada data
raster, resolusi (definisi visual) tergantung pada ukuran pixel-nya. Dengan
kata lain, resolusi pixel menggambarkan ukuran sebenarnya di permukaan bumi
yang diwakili oleh setiap pixel pada citra. Semakin kecil ukuran permukaan bumi
yang direpresentasikan oleh satu sel, semakin tinggi resolusinya. Data raster
sangat baik untuk merepresentasikan batas-batas yang berubah secara gradual,
seperti jenis tanah, kelembaban tanah, vegetasi, suhu tanah, dsb. Keterbatasan
utama dari data raster adalah besarnya ukuran file; semakin tinggi resolusi
grid-nya semakin besar pula ukuran filenya. Keuntungan utama dari format data
vektor adalah ketepatan dalam merepresentasikan fitur titik, batasan dan garis
lurus. Hal ini sangat berguna untuk analisa yang membutuhkan ketepatan posisi,
misalnya pada basisdata batas-batas kadaster. Contoh penggunaan lainnya adalah
untuk mendefinisikan hubungan spasial dari beberapa fitur. Kelemahan data
vektor yang utama adalah ketidakmampuannya dalam mengakomodasi perubahan
gradual.
Masing-masing format data mempunyai kelebihan dan
kekurangan. Pemilihan format data yang digunakan sangat tergantung pada tujuan
penggunaan, data yang tersedia, volume data yang dihasilkan, ketelitian yang
diinginkan, serta kemudahan dalam analisa. Data vektor relatif lebih ekonomis
dalam hal ukuran file dan presisi dalam lokasi, tetapi sangat sulit untuk
digunakan alam komputasi matematik. Sebaliknya, data raster biasanya
membutuhkan ruang penyimpanan file yang lebih besar dan presisi lokasinya lebih
rendah, tetapi lebih mudah digunakan secara matematis.
Model data raster mempunyai struktur data yang tersusun dalam bentuk matriks
atau piksel dan membentuk grid. Setiap piksel memiliki nilai tertentu dan
memiliki atribut tersendiri, termasuk nilai koordinat yang unik. Tingkat
keakurasian model ini sangat tergantung pada ukuran piksel atau biasa disebut
dengan resolusi. Model data ini biasanya digunakan dalam remote sensing
yang berbasiskan citra satelit maupun airborne (pesawat terbang). Selain
itu model ini digunakan pula dalam membangun model ketinggian digital
(DEM-Digital Elevatin Model) dan model permukaan digital (DTM-Digital Terrain
Model).
Model raster memberikan informasi spasial terhadap permukaan di bumi dalam bentuk
gambaran yang di generalisasi. Representasi dunia nyata disajikan sebagai
elemen matriks atau piksel yang membentuk grid yang homogen. Pada setiap piksel
mewakili setiap obyek yang terekam dan ditandai dengan nilai-nilai tertentu.
Secara konseptual, model data raster merupakan model data spasial yang paling
sederhana
Karakteristik utama data raster adalah bahwa dalam
setiap sel/piksel mempunyai nilai. Nilai sel/piksel merepresentasikan
fenomena atau gambaran dari suatu kategori. Nilai sel/piksel dapat meiliki
nilai positif atau negatif, integer, dan floating point untuk dapat
merepresentasikan nilai cotinuous . Data raster disimpan
dalam suatu urutan nilai sel/piksel.
Dimensi dari setiap sel/piksel dapat ditentukan
ukurannya sesuai dengan kebutuhan. Ukuran sel/piksel menentukan bagaimana kasar
atau halusnya pola atau obyek yang akan di representasikan. Semakin kecil
ukuran sel/piksel, maka akan semakin halus atau lebih detail. Akan tetapi
semakin besar jumlah sel/piksel yang digunakan maka akan berpengaruh terhadap
penyimpanan dan kecepatan proses. Apabila ukuran sel /piksel terlalu besar akan
tejadi kehilangan informasi atau kehalusan pola akan terlihat lebih kasar.
Sebagai contoh apabila ukuran sel lebih besar dari lebar jalan, maka jalan
tidak akan dapat ditampilkan dalam data raster.
Poligon yang direpresentasikan dalam Berbagai Macam
Ukuran Sel/Piksel
Lokasi dalam setiap sel/piksel di definisikan dalam bentuk baris dan kolom
dimana didalamnya terdapat informasi mengenai posisi. Apabila sel memuat Sistem
Koordinat Kartesian, dimana setiap baris merupakan paralel dengan sumbu X
(x-axis), dan kolom paralel dengan sumbu Y (y-axis). Demikian pula apabila sel/piksel
memuat Sistem Koordinat UTM (Universal Transverse Mercator) dan sel/piksel
memiliki ukuran 100, maka lokasi sel/piksel tersebut pada 300, 500 E (east) dan
5, 900, 600 N (north).
Terkadang dibutuhkan informasi spesifik dari luasan
suatu raster. Luasan tersebut dapat didefinisikan pada koordinat bagian atas,
bawah, kanan, dan kiri dari keseluruhan raster, seperti terlihat pada gambar
dibawah ini.
Ø Sumber data spasial
Sebagaimana telah kita ketahui, SIG membutuhkan
masukan data yang bersifat spasial maupun deskriptif. Beberapa sumber data
tersebut antara lain adalah:
1. Peta analog (antara
lain peta topografi, peta tanah, dsb.). Peta analog adalah peta dalam bentuk
cetakan. Pada umumnya peta analog dibuat dengan teknik kartografi, sehingga
sudah mempunyai referensi spasial seperti koordinat, skala, arah mata angin
dsb. Peta analog dikonversi menjadi peta digital dengan berbagai cara
yang akan dibahas pada bab selanjutnya. Referensi spasial dari peta analog
memberikan koordinat sebenarnya di permukaan bumi pada peta digital yang
dihasilkan. Biasanya peta analog direpresentasikan dalam format vektor.
2. Data dari sistem
Penginderaan Jauh (antara lain citra satelit, foto-udara, dsb.) Data
Pengindraan Jauh dapat dikatakan sebagai sumber data yang terpenting bagi SIG
karena ketersediaanya secara berkala. Dengan adanya bermacam-macam satelit di
ruang angkasa denganspesifikasinya masing-masing, kita bisa menerima berbagai
jenis citra satelit untuk beragam tujuan pemakaian. Data ini biasanya
direpresentasikan dalam format raster.
3. Data hasil
pengukuran lapangan. Contoh data hasil pengukuran lapang adalah data batas
administrasi, batas kepemilikan lahan, batas persil, batas hak pengusahaan
hutan, dsb., yang dihasilkan berdasarkan teknik perhitungan tersendiri. Pada
umumnya data ini merupakan sumber data atribut.
4. Data GPS. Teknologi
GPS memberikan terobosan penting dalam menyediakan data bagi SIG. Keakuratan
pengukuran GPS semakin tinggi dengan berkembangnya teknologi. Data ini biasanya
direpresentasikan dalam format vektor.
Ø Sistem Pemasukan Data
Pada bagian ini kita akan mempelajari teknik
memasukkan data spasial dari sumber-sumber di atas ke dalam SIG, antara lain:
1. Digitasi
2. Penggunaan GPS
3. Konversi dari
sistem lain
Sistem Informasi Geografis (SIG) / Geographic
Information System (GIS) adalah suatu sistem informasi berbasis komputer, yang
digunakan untuk memproses data spasial yang ber-georeferensi (berupa detail,
fakta, kondisi, dsb) yang disimpan dalam suatu basis data dan berhubungan
dengan persoalan serta keadaan dunia nyata (real world). Manfaat SIG secara
umum memberikan informasi yang mendekati kondisi dunia nyata, memprediksi suatu
hasil dan perencanaan strategis.
Ø Menampilkan informasi (basis data)
spasial maupun atribut.
ArcView dapat mengakses dan menampilkan basis data
eksternal (Basis data atribut yang dapat dibuat dengan menggunakan perangkat
lunak DBMS relasional yang ada;
misal: Ms. Access, Dbase, Oracle, dan
sebagainya)
Ø Menjawab query spasial maupun atribut.
Menghubungkan informasi spasial dengan
atribut-atributnya yang terdapat (disimpan) didalam basis data atribut:
1. Memilih feature (entitas)
spasial, muncul informasi spasialnya.
2. Memilih data
atribut dari basis data atribut, muncul representasi spasial feature yang
dipilih.
3. Memilih data
atribut, muncul data atribut-atribut lainnya yang terdapat di dalam basis data
tersebut.
4. Memilih suatu feature
spasial, muncul feature spasial lainnya yang terkait.
Wassalamualikum 😎
➤ Sumber : wikipedia



Tidak ada komentar:
Posting Komentar