Basis
Data
Konsep basis data
(database) dapa dipandang dari beberapa sudut) dari sisi sistem, basis data
merupakan kumpulan tabel yang salaing berhubungan. Sedangkan dari sisi
manajemen, basis data merupakan kumpulan data yang memodelkan
aktivias-aktivitas yang terdapat dalam perusahaan.
Sistem Manajamen Basis
Data
Sistem manejamen basis
data (DBMS) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan dengan
sekumpulan program-program yang mengakses data tersebut. Perbedaan dengan basis
data, DBMS merupakan paket perangat lunak general prupose yang digunakan untuk
membangun sistem basis data tertentu. Dengan kata lain DBMS adalah bagian
dari sistem basisdata.
Model Basis Data
Relasional
Model basisdata yang
paling terkenal dalam DBMS ini banyak digunakan dalam SIG. Beberapa DBMS yang
menggunakan model basis data relasional:
- Dbase(*.dbf) – digunakan oleh ArcView, PC Arc/Info, dan SIG lain
- INFO – Digunakan di dalam Arc/Info
- Oracle – Digunakan dalam Arc/Info, Geovision, dll
Sedangkan pengertian
Model basis data relasional sendiri adalah merupakan model database berdasarkan
logika urutan pertama, pertama sekali dirumuskan dan dikemukakan oleh Edgar F.
Codd pada tahun 1969.[1] Pada model database relasional, seluruh data diwakili
dalam bentuk tuple, digabungkan dalam relasi-relasi. Database yang
diorganisasikan dalam hal model relasi merupakan database relasi.
Keunggulan Model Basis
Data Relasional :
- Model relasional benear-benar mrupakan model data yang lengkap secara matematis.
- Memiliki teori ayang solid untuk mendukung accestability, correctness, dan predictability.
- Fleksibilitas tinggi – jelas memisahkan model fisik dan logic hingga dengan adanya decoupling(mengurangi ketergantungan antara komponen system)
- Integritas – perubahan strukutr data tidak menggangu keutuhan relasi dalam basisdata
- Multiple views – dapat menyajikan secara langsung views yang berbeda dari basisdata yang sama untuk pengguna yang berbeda.
- Concurrency – hampir semua teori menganai pengendalin transaksi simultan yang telah ada, dan dibuat berdasarkan teori formalisme milik model relasional
Model
Basis Data Hybrid
Pengertian
1: Struktur data vektor dan struktur data raster dapat dipadukan pada suatu
sistem, dengan melengkapi fasilitas konversi vektor ke raster dan raster ke
vektor. Selain itu juga disediakan fungsi-fungsi untuk mengolah masing-masing
struktur data
Pengertian
2: Data SIG terdiri dari dua bentuk data: yaitu data grafis yang menyatakan
entitas obyek dan data attribut. Data grafis yang terdiri dari data koordinat
dan data topologi disimpan di berkas yang terpisah dari data atribut.
Data atribut ditangani oleh database management system. Penggabungan
kedua tipe data dilakukan melalui suatu kode identifikasi, misal kode
identifikasi poligon, garis atau titik. Hal yang sama juga dapat dilakukan
‘linkage’ antara grid-cell modules dengan database management system.
Pengertian
3: Operasional SIG secara keseluruhan yang terdiri dari SIG software, CAD
software, Image Processing software, GPS software, Open-Source components, DBMS
system
Model
Basis Data Terintegrasi
Pendekatan
modael data terintegrasi juga dideskripsikan sebagai pendekatan sistem
pengelolaan basis data (DBMS) spasial, dengan SIG yang bertindak sebagai query
processor. Kebanyakan implementasinya pada saat ini adalah bentuk topologi
vektor dengan tabel-tabel relasional yang menyimpan data-data koordinat peta
(titik, nodes, segmen garis, dl.) bersama dengan tabel lain yang berisi
informasi topologi. Data-data atribut disimpan di dalam tabel-tabel yang sama
sebagai basis data map feature (tabel internal atau abel yang dibuat secara
otomatis) atau disimpan di dalam tabel-tabel yang terpisah dan dapat diakses
melalui operasi relasioanl “JOIN”.
➤ Sumber : wikipedia
➤ Sumber : wikipedia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar